Hallo...

menghargai hak cipta sebagai usaha orang lain dalam berkarya berarti menghormati diri sendiri sebagai insan yang bijaksana

17 Oktober, 2013

RIDHO TUHAN YANG DICARI

Ku tatap kosong tak bertepi
Mencari suara disela sepi
Namun apa yang terjadi
Sungguhlah hidup ikuti denyut nadi

Setiap raga tumbuh bersama ruh
Siapa berani tuk bertaruh?
Entah untung entah rugi
Yang penting adalah ridho Tuhan yang dicari

Masih disini tuk berlalu
Ada dosa dibalik rasa malu
Jiwa ini luluh
Saat  sadar harga diri akan runtuh

Galau...
Bagaimana nanti
Jika waktu menjemput mati
Sakit rasanya hati

Sedang mimpi berhambur kesana-kemari
Tumbuh berkembang
Lalu mengambang
Hampir jatuh lunglai

Sejak kapan hati jadi begini
Seperti tak terhitung oleh waktu
Langkah kaki melangkah tanpa ragu
Pertaubatan seorang hamba dimulai hari ini







11 Juni, 2013

Indah Dunia Serasa Jauh Melangkah

Masalah ini tak kunjung usai
Kutunggu masalah ini bercerai
Dari jiwa ini yang telah kusut masai
Lelah bertahan pada terjangan angin yang membadai
Hati ini telah hampir jatuh terkulai
Sungguh,,,,
Ini adalah curahan hati
Dengan apa meski
Sehasta asa tiada sanggup menggambar mimpi
Lantas bagaimana ku tempuhi?
Bila aral melintang menghiasi
Hingga menipu jati diri
Sedang luka telah tergores didasar hati
Menunggu memang tak membawa masalah usai
Sungguh malang nasib diri
***
Bilapun anjing tak henti menggonggong
Tak perduli malam atau siang bolong
Lalu akhirnya mengantarku diruang kosong
Dalih manakah yang akan datang menyongsong?
***
Tanyaku jadi rahasiaku
Padahal telah banyak orang tahu
Dari kabar angin bersama debu ragu
Datang dan pergi di tiap sudut mana ku berlalu
Jadilah gunjingan itu membuntutiku
***
Indah dunia serasa jauh melangkah
Lantas sampai kapankah?

29 Mei, 2013

Hei Tuan yang Merasa Paling Benar

Hei Tuan, boleh saja kau berkilah
Dengan segala argumen yang coba kau menangkan
Pendapatmu yang itu-itulah
Tentang teorimu yang ku ragukan
___
Sampai saat ini ku simak
Kenapa dimataku tuan terlihat tamak
Apa karena aturan Tuhan yang kau sanggah?
Seberapa jujurmu hingga terlihat kau pongah
___
Aku tak suka berdebat
Berlomba mana terlihat paling hebat
Memperlihatkan betapa perlente dipanggung maya
Dengan kosakata sok gaya
___
Takkan ku usik siapa namamu
Lantas akankah ada seorang yang akan memboikotmu?
Biar tak ada yang sudi mampir ke lapakmu?
Inilah untaian kata terangkai di gelapku
___
Karena cahaya enggan bersinar
Hingga mataku terasa nanar
Berkelana mencari yang benar
Duh… jangan lihat siapa yang komentar
Tapi lihat apa kata yang terlontar
___
Kepala ini akhirnya hanya bisa berputar-putar
Merasa gusar takut kesasar…
Bukankah semua orang siapapun bisa berkoar-koar?
Tak terkecuali aku tak ketinggalan berujar
___
Waktu berjalan merambat mendekat
Di sisa akhir waktu perjalanan dunia yang hampir tercekat
___
Sesuatu yang haq yang tak teroganisir
Akan kalah….?
Dengan yang bathil yang teroganisir
Begitu pesan sang Khalifah Ali bin Abu Thalib
___
Masih disini ku mengeja
Tertatih-tatih meraba
Di langit gelap yang meraja
Karena cahaya tak sanggup membaca
Hingga akhirnya ku memilih acuhkan saja…
.
“Taman Sari,  26 Mei  2013″

26 Mei, 2013

Tak Percuma Tapi Terasa Beda

Telah berselang di waktu lama
Jeda kosong terbaca sia
Menunggu terbesit disadari lama ternyata
Ada gundah Tanya kenapa
Aduhai yang dipanggil tak datang juga…
Kemana selama ini pula?
Awan putih tak tahu kemana larinya
Entah angin apakah badai bergelombang menyapu kiranya
Nostalgia jangan sampai mengundang petaka
Batu enggan berbicara
Daun berguguran mati rasa
Dihembus debu abu-abu, entah darimana?
Ombak laut berbisik entah apa katanya
Setangkai ragu tumbuh diatas puing istana
Mana sudi petir memecah angkasa?
Semu jadilah semu yang ada
Hati tanpa daya tak sanggup mengeja
Makna hari yang terlewati dengan begitu saja
Tak percuma tapi terasa beda
Ku lihat hari ini bunga menghilang dari kedipan mata
Tak masalah siapa pengambilnya
Berharap esok Tuhan kasih penggantinya
Yang lebih baik tentu saja
Tuhan-ku adalah Sang Maha Kaya

“Taman Sari, 18 Mei 2013″

21 Mei, 2013

Kunci Surga

Mutiara tiada disandang
Emas permata jauh dari pandang
Sebuah cinta membalut jiwa
Segenggam api hangatkan raga
***
Cinta itu dari Yang Maha Kuasa
Dipancarkan pada jiwa seorang hamba
Hamba yang rindu pada perjumpaan-Nya
Bersabar menanti kabar gembira
***
Entah bagaimana agar kaupun percaya pada penggambaran
Tentang kabar gembira itu
Sementara ketangguhan iman di uji-cobakan
Manakala taqwa dijalani tanpa ragu
***
Segala puja-puji Kebesaran Tuhan jadi sebutan
Ketenangan batin jadi kenikmatan
Yang tak mampu dibeli dengan harta
Tak juga direnggut oleh tahta
***
Percaya Karena Tuhan itu ada
Surga dan neraka bukan berita bohong
Sembah sujud menjadi penolong
Bersabar menjadi senjata
***
Manakala iblis datang mengganggu dan menggoda
Hendak menjerumuskan jadi teman di neraka
Padahal surga adalah cita-cita
Melepas kunci surga itu rasanya takkan rela
“Taman Sari” , 04 mei 2013

19 Mei, 2013

Predikat Baru

Telah terhampar lembaran baru
Berwarna putih melati
Wangi semerbak saat angin pagi mencumbu
Lalu berlari menerbangkan mimpi
***
Daun-daun layu berguguran
Berganti daun baru
Berhembus udara kesejukan
Keindahan merajuk merayu
***
Telah hadir suatu waktu …
Yang telah Dia takdirkan
Untuk disandingkan
Menjalani apa yang disunnahkan
***
Doa-doa di lafazkan
Sakina Mawadda Rahma ditebarkan
Di sepanjang jalan kaki dilangkahkan
Ridha Allah adalah satu tujuan
***
Buku bersandang predikat baru
Di genggam oleh dua insan yang menyatu
Sebagai catatan amal kehidupan
Semoga tertoreh tinta kebahagiaan
“Taman Sari “
26 April 2013

18 Mei, 2013

Kemalaman

Rasa-rasanya kantuk merayapi sekujur tubuh
Lelah kedua mata menyimak
Menghitung kata demi kata berbaris rapi
Rasa-rasanya hendak rubuh
Kenapa tak segera terhempas ?
Ingin segera tenggelam dalam sepi
Tanpa ada kamu,dia,mereka…
Tanpa hiruk pikuk dan hilir mudik memori
Tanpa gaduh dirongga kepala
Melepas resah menuju pasrah
Hilang kontrol diri
Menuju penjagaan Sang Penjaga Alam Raya
Nina bobokan ke alam mimpi
Semoga tersungging senyuman
Sebagai hiasan malam
Yang biasa gelap yang ingin melihat hal indah
Bantu tempuh jalan panjang yang terbayang
Yang biasa sendiri yang ingin menikmati malam
Meski lewat mimpi,
Ya cuma mimpi ketika tiba malam yang kemalaman

11 Mei, 2013

Episode Malam



Bertanya malam tentang cinta
Gelap sekitarnya menunggu mentari terasa jemu
Jadi episode ditepian malam berselimut semu
Sebab malam bertanya tanpa jawaban cinta
***
Malam merinding dihawa dingin
Angin disisinya menunggu mentari berbagi panas
Jadi episode ditengah malam berselimut cemas
Sebab malam berujar segala ingin
***
Malam merayap susuri tanah kering
Debu melekatinya menunggu embun pagi teteskan obat dahaga
Jadi episode di malam ini tanpa bintang bercahaya
Sebab malam bercengkrama pada hening
***
Malam tetap malam tanpa cinta menemani
Malam sendiri dalam sunyi
Jadilah malam menjelang episode malam berikutnya
Barangkali ada jawab yang malam minta

06 Mei, 2013

Bukan Nabi Bukan Rasul...

Ah,,, siang panas, 
membuat hati serasa cemas 
berharap segera sore
 agar bisa segera ku berkemas
.Matahari lincah menari-nari dengan riangnya 
tak perduli keringat membasahi bajuku sedemikian kuyup.
Entah musik macam apa yang mengiringi derap tariannya 
membuat sinar sengatannya terasa menggila 
menggigit pori-pori kulitku di sepanjang hari ini 
begitu terasa perih terbakar.
Entah kemana pula awan berarak-arak , 
kenapa tak mampir ke tanah pijakanku 
biar sementara ku berlindung dari panas.
Hahaha...
Memangnya siapa pula aku ini?
 bukan nabi bukan rasul 
yang senantiasa ada awan mengikuti
 kemanapun utusan Allah mengembara 
mengemban risalah-Nya.

28 April, 2013

Harapan Yang Terlambat

 Harapan Yang Terlambat http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/04/18/harapan-yang-terlambat-547723.html lewat @kompasiana
Sibuk berjalan diwaktu yang telah lalu
Lelah, energi dan waktu terbuang percuma 
Menengok sejarah masa dahulu
Terendap rasa suka...
Penuh harap pada Tuhan tuk ciptakan keajaiban
Lantas ...
Sesal itu memang datang belakangan,
Tak pernah hadir diawal.
Sebagai manusia terkadang khilaf
Mengartikan bentuk perhatian dari orang terdekatnya.
Kesempatan itu seolah lenyap dimakan waktu 
Perasaan ingin mengulang momen kecil saat itu 
bercanda riang banyak tawa.
Andai Tuhan beri jalan terbentang
Untuk jalani hari bersama kembali....
Harapan itu terlambat sudah...

Seakan alam tak tak sanggup menggantikan
Kenangan itupun tak mudah begitu saja terkubur
Hanya lamunan temani harapan
Menghitung mundur dengan sujud  tersungkur

25 April, 2013

Kehadiran Ilham Adalah Dambaan


Ku tunggu dia datang seperti kemarin
Bercerita dan bertadabur nyanyian alam
Menemani  menyelami hati diruang terdalam
Sadarku ,daya khayalku  dikerjain
-
Mempuisikan  kata hati…
Jadi obsesi tersendiri
Menyisiri apa yang dirasa
Menguak makna pada detak jantung yang berirama
--
Darah mengalir terasa di setiap sudut raga
Berusaha menyingkap pesona tentang dia
Mengirim sinyal-sinyal aura
Segala hal dan rupa terbayang  menggoda
---
Kharismanya datang menjelma bersama cahaya
Bercengkrama lembut tentang kehidupan dunia
Ku tunggu  kemunculannya dengan seksama
Ilham itulah dia….
----
Kehadirannya  ibarat pelita
Menerbitkan sebuah upaya
Dia  datang ketika Iman datang pula
Mungkin sulit dipercaya…
-----
Manakala kedua tangan ini sanggup menggoreskan
Berupa tulisan pena terpatri diatas selembaran
Bila boleh jadi kesaksian…
Dipajang jadi potret sejarah kehidupan
------
Izinkan dia  mengalir seperti air telaga yang menyegarkan
Untaian yang terjalin syarat tentang kenangan
Siapa yang mampu mengelakkan?
Kehadiran Ilham adalah dambaan
-------





23 April, 2013

Tak Berhenti Memanggil Lelap

Hening malam terdengar bening
Memanggil gigil dalam cumbu angin malam
Sekejap angankan hadir kecupan dikening
Sendiri segera tepis bisikan godaan angin malam
***
Lelah mendera menabuh kantuk
Malam terjaga dihening malam
Beban jiwa teramat suntuk
Sudikah lelap bawaku tenggelam
***
Menatap langit ruang kamar
Sinar cahaya terangi samar-samar
Menyisir sendiri menghitung detik
Waktu berjalan tak jua temui sang titik
***
Ku mohon biarkan segera terlelap
Doa tidur berulang terpanjat
Ku hitung detik makin penat
Apa gerangan buat pikiran ini terjerat
***
Tak henti memanggil lelap
Mata terpejam terjaga dalam gelap
Sayang tak pandai main sulap
Ugh… penat jadi terasa pooll genap

19 April, 2013

Hadir Satu Puisi

Hadir Satu Puisi http://kom.ps/AEV6ZI lewat @kompasiana
Berulang kali tereja kata dari pesan kepala
Berulang kali terbaca
Tertatih memaknai
Ragu mengapdosi
Tak ayal niat hati mendahului
Demi menghiasi selembar putih tak wangi
***
Berulangkali beberapa bait terhapus
Malam larut buat semangathampir  pupus
Mengupayakan hadir sebuah puisi
Sebait dua bait terangkai tanpa pasti
***
Beberapa bait puisi terilhami
Tapi imajiner demikian pelit
Usaha dirintis terbelilit
Tak menyerah meski sulit acapkali
***
Nyaris Tak terbesit
Daya tangkap otak tak gesit
Kata-kata terkumpuli
Akhirnya selembaran warna putih terhiasi
***
Biarlah hadir satu puisi
Sebagai saksi hidup dihari ini

18 April, 2013

Didunia Tiada Keabadian Kecuali Perubahan

Semenjak sadar waktu berjalan…
Sampai disini dipersimpangan
Harus ada sebuah keputusan
Waktu tak banyak dipenantian
———-
Bermacam-macam pembelajaran
Negatif -positif menjadi penilaian
Berbagai hal dialami dari kejadian
Menguji pribadi dalam konteks kedewasaan
———
Waktu merangkak menempuh rintangan
Bermacam-macam ditemui hambatan
Dulu masa kecil sibuk dalam tangisan
Menjelma sosok manusia penuh dambaan
——–
Hidup penuh akan harapan
Tiada harapan tentulah keputusasaan
Beruntung kita mengenal Tuhan
Dengan-Nya kita punya tempat sandaran
——
Sampai disini dipersimpangan
Kemana selanjutnya harap persetujuan
Mengingat penting arti kemaslahatan
Kita hidup tiada sendirian
——-
Teman hidup bersama dalam pencarian
Apapun apa yang dibutuhkan
Negatif positif jadi penilaian
Terkadang khilaf karena gurauan
——
Dalam detik ini dibuat keputusan
Menuruskan jejak petualangan
Hingga akhir kehidupan
Membuka lembaran baru itu perubahan
——
Di dunia tiada keabadian
Kecuali perubahan
Tak semestinya ada ketakutan
Selama bersama ridho Tuhan

Bila Mimpi Dan Harapan Menyatu

Ada bayang sejenak bertandang
Menyapa resah tanpa mampu harapan membalas
Tubuh tak bergerak tampak memelas
Apa sebab api semangat tak jua datang…
***
Maka bangunlah jiwa merdeka
Apa gerangan buat enggan bertahta
Dalam sanubarimu yang percaya
Kepada Nasib selagi ada nyawa
***
Bilur-bilur senyawa berjejal rupa-rupa
Menyongsong simbol-simbol janji sekata
Kemana dan dimana,,,,
Biar mengalir seiring jalan yang terbuka
***
Langkah kaki berderap laksana guna
Jalani ketentuan Tuhan Yang Maha Bijaksana
Telah tertoreh tanpa hamba meminta
Hukum alam mengalunkan tembang norma cinta
***
Manakala masa berjalan tanpa praduga
Hidup didunia bermahligai coba
Sanggup merongrong jiwa tanpa percaya
Bilakah Iman dan taqwa tiada didalam dada
***
Rasa indah menjunjung angan di jiwa
Rindu menyerang siapa tak meronta
Kepada jiwa damai lagi penuh cinta
Rasa hangat membara pasti ada
***
Mimpi menjelma godaan semata
Hati mana tak menaruh harap tentu
Bilakah mimpi dan harapan menyatu
Seorang hamba kepada Tuhan seharusnya berdoa

Kasihilah Ibu Pertiwi


Terlukis indah alam negeriku
Damai nan sejuk permai tanah airku
Berjuta mata memandang tiada jemu
Kecantikan bagai emas permata duniaku
………………………………………………………
***
Sinar mentari bersinar terangi tiap penjuru pelosok
Hijau tumbuh bersemi dan terus bersemi
Wajah berseri teruslah berseri
Seiring semangat hari ini juga esok
Cintai teruslah cintai
Dari Sabang hingga ke Merauke
Jagai teruslah jagai
Hingga ajal mendatangi
Diatas bumi Indonesia kita berpijak
Hidup-hidupkanlah
Berbaur serta ramah-tamahlah
Jangan merusak
***
Memandang lukisan alam negeriku
Indah bagai emas permata duniaku
…………………………………………….
***
Sekedar lukisan
Sekedar harapan
Membumbung diatas mega mendung
Segala angan indah tak terbendung
Ada rasa rindu yang tak tertahan
Karena alam negeri ini sudah mulai rusak
Ruang nafas hijau sungguh kian sesak
Lahan hijau terdesak
Di negeri kita berpijak
Alam ini berhak untuk marah
Keseimbangan ekosistemnya dijarah hingga berdarah
Alam pantas emosi
Bahasa alam mana yang mampu dustai?
Alam negeri berulangkali dipecundangi
Oleh mereka yang mementingkan urusan perut sendiri
Kapan mereka bisa menyadari?
Harta dunia menutup mata hati
Ibu Pertiwi kini bersusah hati
***
Kasihilah Ibu Pertiwi
Senyumnya tak lagi berseri
Kecantikan Ibu digerogoti
Anak-anaknya tak mampu diamanahi
***
Doa Ibu Pertiwi mengangkasa dilangit biru
Tertutur ke hadirat Yang Maha Kuasa
”Hadiahkanlah anak yang berbakti pada nusa bangsa,
Tuk menjaga alam negeri tanpa keliru”
***
Ibu Pertiwi harap cemas menunggu
Kehadiran anak Yang Dikehendaki
Kasihilah Ibu Pertiwi

17 April, 2013

Malam Semakin Gelap Dan Sunyi

Malam semakin gelap nan sunyi
Keheningan menyeruak jangkrikpun bernyanyi
Meninabobokan jiwa-jiwa lelah di siang hari
Rasa kantuk kian pekat tak tersudahi
***
Doa-doa penjagaan malam dipanjatkan
Berharap mimpi indah dihaturkan
Mohon diberikan nyenyak dalam tidur
Kepada Tuhan yang tak pernah tidur
***
Malam semakin gelap nan sunyi
Semoga besok datang bersama hangat mentari
Beserta nikmat rezeki yang senantiasa disyukuri
Di jalan Tuhan yang diberkahi
Amien….

Sahabat Bagimu

Tak aku pungkiri aku bahagia bisa mengenalmu
Dimataku kau adalah teman baik
Kita sempat menjalin kisah dalam memoriku
Mesti banyak teman perempuanmu aku bukan tercantik
***
Masa singkat tak habis memori dilewatkan
Ku yakin kau mengerti
Keberadaanku di medan perjuangan
Aku kalah, mimpiku cuma mimpi
***
Ultimatummu bahwa aku adalah sahabat bagimu
Ku terima keputusanmu
Lalu terpaksa ku menjauhimu
Banyak alasan tak bisa ku dekatimu
***
Jangan kau tanyakan lagi…
Perasaanku yang ada dulu
Karena dihatiku kini terikat janji
Terakhir waktu itu ku memberitahumu
***
Hingga kini ku tak tahu siapa perempuanmu
Karena itu rahasiamu
Jalanmu masih panjang untuk kau tempuh
Seolah anganmu menjadi manusia ampuh
***
Ada jejak langkahmu tersusuri
Terendus dalam melodi tangga nada sendu
Semoga kenangan kita mewangi
Senantiasa ikhlas ketika merindu

16 April, 2013

Takkan Letih Raga Ini

Denyut jantung berdetak tak berhenti
Dalam hari sunyi yang akrab menemani
Detaknya bercengkrama memacu semangat
Ketika jenuh melanda kian penat
***
Berjalan merentang kedua tangan
Sekuat pundak usia memandu
Jari-jemari penuh konsentrasi berpadupadan
Antara akal-pikiran berupaya tuk meramu
Jalinan kata yang biasa biar tak biasa
Kalimat yang mati rasa biar banyak merasa
Meski aku manusia biasa
Tiada mampu dianggap sempurna
***
Kemana akan ku temui ruh kata penuh makna?
Biar ku jelajahi pelosok negeri
Berwisata menyimak persembahan para bestari
Pasti nanti ku dapati jalinan peristiwa
Akan ku telusuri
Akan ku sisiri
Doaku pun takkan berhenti begitu saja
Takkan letih raga ini berlalu hingga diujung jauh sana

Introvert

Duduk berdua depan teras rumah
Dihias sekuntum mawar merah nan ranum
tersungging senyum ramah
Ada jeda sesuatu terkulum
***
Terbawa suasana untuk terdiam
Mencari hangat antara sisi rasa
Lagi lagi terdiam
Terdesak rasa ku curi asa
***
Sepi tanpa cerita terbagi
Tenang tanpa masalah tertutur
Damai hari itu jauh dari ramai
Waktu berlalu cepat secara teratur
***
Satu hal biasa dan wajar
Seperti dingin sang fajar
Seperti bebas tanpa beban
Tak ada kehebohan terungkapkan

15 April, 2013

Satelit Mimpi

Terbangun dari mimpi tengah malam
Hadir bayangmu dalam wajah kelam
Tak terhapus tak mampu buram
Kau tahu hati ini telah jatuh terjeram
Aku demikian geram…
Aku melanturkan angan dipikiran terdalam
***
Berandai merakit satelit mimpi
Terbayang mimpi diatas mimpi
Kan ku hidupkan layar terkembang mimpi
Bebaslah aku memilih mimpi
Dalam mimpi yang terlalu mimpi
***
Terhapuslah seraut wajah yang membuat tolol
Pastilah puas karena wajahmu tak bisa nongol
Terbangunlah aku tanpa rasa dongkol

14 April, 2013

Dialah Pesawatku

Menembus awan dari angan yang pernah tak terbayang
Sayapnya membawa awak tinggi menjulang
Mata telanjang tak mudah menerawang
Dia seperti burung-burung bebas menjauhi bumi
Sayang….
Akalku tak banyak memahami
Teori fisika,Kimia,atau biologi
Menyulap besi menjadi teknologi dikagumi
***
Dialah pesawatku
Terbanglah
Kemana temui batas cakrawala
Menukiklah
Kemana bermain gegap gempita
Kembalilah
Kemana tempat orang merindu
Selamatlah
Dimana tiada tangis dan pilu
***
Menembus batas wujudkan mimpi  pasti
Semangat diri mencetak prestasi
Di langit lapis tingkat tinggi
Tapi awas jangan sampai tinggi hati

13 April, 2013

Azam Terhalusinasi Merubahku Jadi Ungu

Telah ku lewati hari meski tanpamu
Ku beradu harapan semu
Ku langkahkan kaki berpacu antara ragu
Nan waktu mencumbuiku
***
Ku Tanya langit biru yang bisu
Adakah yang salah denganku?
***
Penasaran pada satu jalan disitu
Berupa tanjakan tajam dan berliku-liku
Tersudut ,mau tak mau harus maju
Azam terhalusinasi merubahku jadi ungu
***
Masih di jalan ini tanpamu
Angin sepoi semiliri pipiku
Bercermin aku tanpamu
Pagi kirimi aku setetes embun diluar prasangkaku.

12 April, 2013

Terangkum Dalam Senandung Kreasi

Dia berkeliaran di semak-semak  belukar
Otak  terpancing heran
Kulit dahi secepat detik berkerutan
Ribut Memecah sukar
***
Diaduk-aduknya sebongkah hati berserakan
Dia terombang-ambing
Menjerit dengan bibir  sumbing
Pencarian menjemukan
***
Ketakmampuan biaskan percaya diri
Sebab lelahkan jiwa kecil tak bertuan
Berharap datang sebuah keajaiban
Jadi tangan panjang ilusi
***
Cukup sudah abaikan
Ketaktahuan rajai kalbu
Putih berubah jadi abu-abu
Aroma belenggu terciumkan
***
Tangan berjalan lanjutkan
Tanpa toleh ke belakang
Imajinasi terkekang
Oleh belenggu kebodohan
***
Terkuak imajinasi basi
Hantu ide terangkat sensasi
Tanpa daya ekspresi
Terangkum dalam senandung kreasi

11 April, 2013

Sihir Apa

Langkah kaki terhentak bawa pesona
Sihir apa yang guna-guna
Serupa kharisma sang permata dunia
Mata hati siapa bakal terpana
Melihat berbicara bak buana
Mata-mata terbuai kata
Siap sedia ikuti laksana
Terasa dramatis
Aroma kata terasa manis
Awas Jangan coba ditelan
Lidah bersilat memang bualan
Hati-hati harus kuat iman
Agar tak tergilas sebagai korban

Dari Pandangan Mata

Sepasang bola mata didesain tuk melihat
Sorot mata tajam menggoda
Hati mana takkan terpikat
Mata adalah cermin jiwa
***
Sekian insan jatuh hati dari pandangan mata
Lalu turun kedalam hati
Mengirimkan sejuta pesona
Memberi sejuk alam sanubari
***
Cinta hadir tak terbayangkan
Makan apa terasa tak terenakkan
Mata terpejam tak jua terlelapkan
Kenangan indah mengirim kesan
Segala angan kian melantur
Jiwa terbang tinggi tak terukur
Aih… aih… kadang hati bergidik ngeri
Karena suka senyam –senyum sendiri
***
Dari mata turun ke hati
Tanpa kata, perasaan berkecamuk memahami
Bahasa mata, keteduhan hati memberi arti
Lirikan mata sanggup mencuri hati
Awas jangan sampai hilang kendali

10 April, 2013

Bukan Pujangga

Masih ku kais kata-kata
Lalu ku sulam rangkaian kata
Meski predikatku bukan pujangga
Izinkan aku berpuitis ria
Tolong jangan marah andai jeleknya tak terkata
Banyak teori telah ku coba
Agar kalimatku indah dan bermakna
Maafkanlah ku hanya insan biasa
Dihatiku selalu menggenggam cita dan asa
Berharap penaku tergores dilangit atas sana
Berpura-pura menjadi pujangga
Rasanya aneh tapi nyata
Daripada waktu kosong terbuang percuma
Biar ku isi sela
Khayalku menjelma indah pada waktunya

09 April, 2013

Terdiam

Terbawa suasana memilihku terdiam
Melihat wajahmu yang muram
Tanyaku kau jawab diam
Ekspresimu muram
Padahal langit tiada kelam
Angin apa membuat  mukamu terbaca buram
Bila kau tak cerita bagaimana ku paham
Sorot matamu tajam
Hanya menatap lukisan malam
Seperti ada luka membiru dihatimu terdalam
Menangislah
Keluarkanlah
Segala onak duri yang kau pendam
Percayalah
Ceritalah
Beban luka yang membiru nan lebam
Berkuranglah
Terobatilah
Ku disini temanimu agar kau tak terlalu lama terdiam

Kakanda Disana

Setahun tak bersua
Rindu jadi tiada dua
Andai bisa ku sapa
Melihat senyum kakanda
Jauh sudah engkau disana
Semoga kakanda tak pernah mendua
Rasa rindu masih juga terasa
Lewat telephon tadi kita berbicara
Membahas masalah kita
Rindu dan kapan akan berjumpa
Antara kita ada rencana
Tersematkan janji kita berdua
Ku harap bukan bohong belaka
Dan kesetiaan selalu ada
Agar tiada perih luka hati menganga

07 April, 2013

Irama Hati

Irama Hati http://kom.ps/AEHNdJ lewat @kompasiana
Kedua tangan bergerak ikuti irama hati
Jelas tak ada musik mengiringi
Setelan lagu-lagu sengaja tak dinyalai
Rasa  sepi dibikin Happy
Nan suasana hati sendu menuntuni
Jari –jemari berloncatan kesana-kemari
Memencet nut-nuts huruf nan menari-nari
Sejenak lupakan onak yang berduri
Semua kata hati di tuangkan disini
Terserah mau dibilang basa-basi
Daripada nasib sial ditangisi
Mendingan nulis puisi disini
Kalau lucu silakan ketawa-ketiwi

04 April, 2013

Diselimuti Awan

Siang hari ini tak seperti kemarin
Sinarnya terang benderang soroti semangat membara
Siang hari ini mendung merangkak buat merana
Kemana kan ku kais semangat tak sementara
***
Duhai asa rasukilah aku yang tiba-tiba merindu
Api semangat hilang rasanya pilu
***
Langit gelap di selimuti awan kehitaman
Berarak-berarak hingga bertabrakan membuncah teriakan
Suaranya penuhi seantero bumiku
Ku tak kuasa membendung kejutku
Mana bisa ku lawan
Jantung ini dag-dig-dug tak karuan
Menggelegar
Mencetar
Geger-gegeran
Derai air tercurah
Ku harap langit tak marah
Ku harap emosi langit segera mereda
Ku tak ingin siangku lama membisu

01 April, 2013

Bila Inspirasi Pergi

Ku lihat inspirasi datang menyapa
Sulit terbaca sebab bodoh tanpa guna
Samar dirasa menggoda jiwa
Betapa ingin tuk menggenggam segera
***
Inspirasi ku harap jangan terburu pergi
Buatlah aku merengkuh lebih dalam lagi
Sempatkanlah jemariku menari lebih lama lagi
Biar terangkai taburan puisi
***
Telah banyak ku singgahi taman puisi
Bunga inspirasi bermekaran membuat jatuh hati
Terbayang sejuta rasa bak kasmaran dua sejoli
Inikah derita jiwa bila hati tercuri
***
Hati kini mencoba instropeksi diri
Tak perlu harus memaksa diri
Biar-biarlah inspirasi pergi
Sesuatu ada bila terpaksa takkan baik nanti

30 Maret, 2013

Senja Memerah

Ku kejar mentari bersama senja memerah
Menyibak silau dalam hangat yang misteri
Gerangan apa mentari tak seperti pagi yang berseri
Mungkinkah ada luka nyeri?
Curigaku sang mentari tertusuk duri?
***
Senja hadir dalam setiap keanggunan
Di ikuti angin senja sepoi memanjakan
Hingga rintik gerimis tak mau melewatkan
Momen senja memerah dikebaratan
***
Rasa tak rela ku lihat senja memerah
Ini kenyataan pahit ku harus rela terpisah
Rasa resah dan gelisah
Di hari Kamis yang rasanya payah
Jika boleh ingin ku ulang hari
Agar pupus rugi

27 Maret, 2013

Hampir Buatku Terkulai

Menyusuri jauhnya perjalanan tak terasa lelah denganmu
Sisi jalan yang belantara tak buatku kalut bila bersamamu
Itukah cinta yang membuai
Teringat sepanjang jalan itu hampir buatku terkulai
***
Amboi….
Ingin ku mengulang bila waktu izinkan
Lagi kita susuri jalan itu pelan-pelan
***
Tatkala diriku dalam kesendirian
Sebenarnya masih terngiang bersamamu sebuah ingatan
Indah hari itu jadi milik kita tanpa kesengajaan
Seolah Tuhan sengaja memberi kita sebuah kenangan
Begitu baiknya dirimu teguh menjaga kehormatan
Antara kita yang berjarak meski kita cuma berduaan
Ah… sempat kita tertawa dalam gurauan
Hmm… kau tampak menawan bak jelmaan pangeran

Kekasih Setia

Kekasih Setia http://kom.ps/AEFjBr lewat @kompasiana
Malam menjadi gelap setelah matahari bersembunyi bersama senja
Paras rembulan pamerkan putih sinarnya
Tarian bintang-bintang pamerkan kilau kelap-kelipnya
Langit terang benderang bermandikan sinar cahaya
Temaram bumi berdamai dengan bayangan selaksa
Tak lupa suara jangkrik-jangkrik bersahutan bercengkrama
Seakan keserasian alam menyatu dalam jiwa
Ada ruang hati menelisik manja
Merindui cinta dirasa kian dahaga
Aduh pusing menemukan caranya
Bila tiba-tiba ingin saling memuji dan memuja
Karena hatiku dan hatinya telah terpaut janji seiya sekata
Kini terlena mesti dijaga karenanya
Rindu terasa mulai tersiksa
Hingga malam benar-benar menjadi gelap gulita
Inikah sakitnya hati yang terpanah asmara?
Oh rindu-rindu sejadi-jadinya
Kemanakah mencari obat rindu selain fotonya
Bila sang kekasih diseberang sana
Semoga kekuatan selalu tertanam dalam dada
Sebab akulah kekasih setia

18 Maret, 2013

Hari Ini Ku Paksa Berpuisi


Nafasku masih memburu oksigen tanpa henti
Jantungku masih bekerja sepanjang hari ini
Tanganku menuntun isi kepalaku berkompromi
Sepasang mataku menatap barisan huruf tersusun rapi
Hatiku serasa tak ketinggalan berkomunikasi
Ku paksa jemariku menulis sebuah puisi
Rasanya aneh karena bingung hendak menulis tema apa?
Maka ku putuskan tuk mensyukuri
Atas dipanjangkannya usia dihari ini
Meski begitu masih ku harap usia lebih panjang lagi
Maaf Tuhan, Ku Tak mau cukup dihari ini…
Masih banyak keinginantahuanku dan salahku yang harus dibenahi
Ku ingin jadi manusia yang lebih baik lagi
Doaku Semoga hari ini banyak diberkahi
Tak terhitung nikmat Tuhan memberi
Dari ujung rambut hingga ujung kaki
Syukron katsir ya Robbi…
Ku sambut hari dengan pasti
Menapaki bumi-Mu dengan senyum berseri
Mengharapkan cinta dan kasihmu Yang Tak Tertandingi
Maka bukakanlah pintu-pintu rezeki
Yang Luas dan halal agar kelak ku tak rugi
Karena ku takut siksa pedihmu yang tak terperi

15 Maret, 2013

Hidup Adalah Beda Dan Beda Adalah Hidup


Rasa suka hadir memancing curiga
Terpikirkan tentang sebuah cara
Agar syaraf-syaraf memori terpampang nyata
Kemudian sinaran hati mencoba membaca
Entah baik-buruk berusaha uraikan beberapa kata
Lewat tulisan sederhana semoga terurai sebuah makna
Barangkali bila ada yang mencela tak mengapa
Karena inilah aku yang apa adanya
Dengan segala latar belakang yang melekat
Mungkin banyak cacat
Meski akupun tak suka dihujat
Ku yakin tak ada manusia yang mau jadi penjahat
Setiap manusia ingin dianggap mulia,
Berguna bagi siapa saja…
Hanya saja manusia punya kesempatan berbeda-beda
Karena tumbuh dan dibesarkan dalam lingkup aneka rupa
Kenyataan hidup yang dihadapi tiada sama…
Indah atau pedih menjadi tantangan dan resiko yang harus diterima
Tak heran kita punya watak beraneka rupa
Sebaiknya kita belajar menerima segala beda
Agar bisa menyatu menuju damai dan penuh cita-rasa
Demi kemaslahatan bersama
Meski akan banyak manusia mencari apa yang disuka
Hakikatnya sisi manusiawi sama belaka
Bila ada beda tentu tiada jauh beda…
Di penghujung jalan akan ada sejuta pesona selalu dinanti kehadirannya
Sebab itulah hidup adalah beda dan beda adalah hidup
Tak heran,Tuhan ciptakan pelangi dengan warna tak sama

14 Maret, 2013

Sungguh...

Sungguh… http://kom.ps/AEEofX lewat @kompasiana
Ku sadari memang percuma bila harus berbicara kepadamu
Kamu boleh anggap aku tong kosong nyaring bunyinya
Bukankah begitu menurutmu aku adanya…
Tapi ku mohon perdengarkanlah ocehanku
Siapa tahu ini mungkin buat terakhir kalinya
Sungguh….
Akupun tak tahu harus bagaimana lagi menghadapi sikapmu
Jangankan kamu, akupun bosan
Jangankan aku,merekapun bosan
Melihat antara aku dan kamu
Yang selalu beradu alasan tanpa temui persamaan

Yang selalu sikap diammu menjadi jawara persaingan
Antara kamu dan aku…
Lalu aku yang tersudutkan,
Tapi mengapa semua ini seolah tak apa bagimu
Tapi bagiku ini ada apa-apa
Karena pada akhirnya aku juga yang harus mengalah
Padahal aku tak sebenarnya yang salah
Lantas aku merasa ada tekanan batin
Yang menyiksa secara rutin
Aku merasa hidupku kian prihatin
Tapi kau tiada ambil peduli
Malah kamu menikmati apa yang tengah terjadi
Sungguh…
Semua ini ingin ku akhiri
Aku tak mau hidupku kamu kebiri
Kamu itu hidup segan tapi tak mau mati

08 Maret, 2013

Bagaimana bisa ku tuangkan?


Padahal masih ingin ku tulis aneka hati
Dan padahal kemarin hatiku banyak bercerita
Tapi kenapa hari ini tiada lagi kata bisa merasuki

Ku tunggu dan masih ku tunggu
Tapi kenapa lamanya terlalu begitu
Masih pantaskah aku disini menunggu
Rasanya malu terlalu lama menunggu
Merasakah kamu yang aku tunggu?
Jelmaan rupamu mewujudlah
Keindahan bayangmu  gambarlah
Bila tak indah maka risaukanlah
Dalam ruang hatiku yang kosong
Dalam sel-sel otakku yang melompong
Apa ini yang disebut miskin imajinasi
Buah pikiranku selalu terasa basi
Lalu harus bagaimana lagi
Untuk bisa ku tuangkan…
Rasa nikmat seduh secangkir  puisi
Bila seribu bayangan yang kemarin menjejal kini mulai tersingkir
Bagaimana bisa kutuangkan..?