Hallo...

menghargai hak cipta sebagai usaha orang lain dalam berkarya berarti menghormati diri sendiri sebagai insan yang bijaksana

30 Maret, 2013

Senja Memerah

Ku kejar mentari bersama senja memerah
Menyibak silau dalam hangat yang misteri
Gerangan apa mentari tak seperti pagi yang berseri
Mungkinkah ada luka nyeri?
Curigaku sang mentari tertusuk duri?
***
Senja hadir dalam setiap keanggunan
Di ikuti angin senja sepoi memanjakan
Hingga rintik gerimis tak mau melewatkan
Momen senja memerah dikebaratan
***
Rasa tak rela ku lihat senja memerah
Ini kenyataan pahit ku harus rela terpisah
Rasa resah dan gelisah
Di hari Kamis yang rasanya payah
Jika boleh ingin ku ulang hari
Agar pupus rugi

27 Maret, 2013

Hampir Buatku Terkulai

Menyusuri jauhnya perjalanan tak terasa lelah denganmu
Sisi jalan yang belantara tak buatku kalut bila bersamamu
Itukah cinta yang membuai
Teringat sepanjang jalan itu hampir buatku terkulai
***
Amboi….
Ingin ku mengulang bila waktu izinkan
Lagi kita susuri jalan itu pelan-pelan
***
Tatkala diriku dalam kesendirian
Sebenarnya masih terngiang bersamamu sebuah ingatan
Indah hari itu jadi milik kita tanpa kesengajaan
Seolah Tuhan sengaja memberi kita sebuah kenangan
Begitu baiknya dirimu teguh menjaga kehormatan
Antara kita yang berjarak meski kita cuma berduaan
Ah… sempat kita tertawa dalam gurauan
Hmm… kau tampak menawan bak jelmaan pangeran

Kekasih Setia

Kekasih Setia http://kom.ps/AEFjBr lewat @kompasiana
Malam menjadi gelap setelah matahari bersembunyi bersama senja
Paras rembulan pamerkan putih sinarnya
Tarian bintang-bintang pamerkan kilau kelap-kelipnya
Langit terang benderang bermandikan sinar cahaya
Temaram bumi berdamai dengan bayangan selaksa
Tak lupa suara jangkrik-jangkrik bersahutan bercengkrama
Seakan keserasian alam menyatu dalam jiwa
Ada ruang hati menelisik manja
Merindui cinta dirasa kian dahaga
Aduh pusing menemukan caranya
Bila tiba-tiba ingin saling memuji dan memuja
Karena hatiku dan hatinya telah terpaut janji seiya sekata
Kini terlena mesti dijaga karenanya
Rindu terasa mulai tersiksa
Hingga malam benar-benar menjadi gelap gulita
Inikah sakitnya hati yang terpanah asmara?
Oh rindu-rindu sejadi-jadinya
Kemanakah mencari obat rindu selain fotonya
Bila sang kekasih diseberang sana
Semoga kekuatan selalu tertanam dalam dada
Sebab akulah kekasih setia

18 Maret, 2013

Hari Ini Ku Paksa Berpuisi


Nafasku masih memburu oksigen tanpa henti
Jantungku masih bekerja sepanjang hari ini
Tanganku menuntun isi kepalaku berkompromi
Sepasang mataku menatap barisan huruf tersusun rapi
Hatiku serasa tak ketinggalan berkomunikasi
Ku paksa jemariku menulis sebuah puisi
Rasanya aneh karena bingung hendak menulis tema apa?
Maka ku putuskan tuk mensyukuri
Atas dipanjangkannya usia dihari ini
Meski begitu masih ku harap usia lebih panjang lagi
Maaf Tuhan, Ku Tak mau cukup dihari ini…
Masih banyak keinginantahuanku dan salahku yang harus dibenahi
Ku ingin jadi manusia yang lebih baik lagi
Doaku Semoga hari ini banyak diberkahi
Tak terhitung nikmat Tuhan memberi
Dari ujung rambut hingga ujung kaki
Syukron katsir ya Robbi…
Ku sambut hari dengan pasti
Menapaki bumi-Mu dengan senyum berseri
Mengharapkan cinta dan kasihmu Yang Tak Tertandingi
Maka bukakanlah pintu-pintu rezeki
Yang Luas dan halal agar kelak ku tak rugi
Karena ku takut siksa pedihmu yang tak terperi

15 Maret, 2013

Hidup Adalah Beda Dan Beda Adalah Hidup


Rasa suka hadir memancing curiga
Terpikirkan tentang sebuah cara
Agar syaraf-syaraf memori terpampang nyata
Kemudian sinaran hati mencoba membaca
Entah baik-buruk berusaha uraikan beberapa kata
Lewat tulisan sederhana semoga terurai sebuah makna
Barangkali bila ada yang mencela tak mengapa
Karena inilah aku yang apa adanya
Dengan segala latar belakang yang melekat
Mungkin banyak cacat
Meski akupun tak suka dihujat
Ku yakin tak ada manusia yang mau jadi penjahat
Setiap manusia ingin dianggap mulia,
Berguna bagi siapa saja…
Hanya saja manusia punya kesempatan berbeda-beda
Karena tumbuh dan dibesarkan dalam lingkup aneka rupa
Kenyataan hidup yang dihadapi tiada sama…
Indah atau pedih menjadi tantangan dan resiko yang harus diterima
Tak heran kita punya watak beraneka rupa
Sebaiknya kita belajar menerima segala beda
Agar bisa menyatu menuju damai dan penuh cita-rasa
Demi kemaslahatan bersama
Meski akan banyak manusia mencari apa yang disuka
Hakikatnya sisi manusiawi sama belaka
Bila ada beda tentu tiada jauh beda…
Di penghujung jalan akan ada sejuta pesona selalu dinanti kehadirannya
Sebab itulah hidup adalah beda dan beda adalah hidup
Tak heran,Tuhan ciptakan pelangi dengan warna tak sama

14 Maret, 2013

Sungguh...

Sungguh… http://kom.ps/AEEofX lewat @kompasiana
Ku sadari memang percuma bila harus berbicara kepadamu
Kamu boleh anggap aku tong kosong nyaring bunyinya
Bukankah begitu menurutmu aku adanya…
Tapi ku mohon perdengarkanlah ocehanku
Siapa tahu ini mungkin buat terakhir kalinya
Sungguh….
Akupun tak tahu harus bagaimana lagi menghadapi sikapmu
Jangankan kamu, akupun bosan
Jangankan aku,merekapun bosan
Melihat antara aku dan kamu
Yang selalu beradu alasan tanpa temui persamaan

Yang selalu sikap diammu menjadi jawara persaingan
Antara kamu dan aku…
Lalu aku yang tersudutkan,
Tapi mengapa semua ini seolah tak apa bagimu
Tapi bagiku ini ada apa-apa
Karena pada akhirnya aku juga yang harus mengalah
Padahal aku tak sebenarnya yang salah
Lantas aku merasa ada tekanan batin
Yang menyiksa secara rutin
Aku merasa hidupku kian prihatin
Tapi kau tiada ambil peduli
Malah kamu menikmati apa yang tengah terjadi
Sungguh…
Semua ini ingin ku akhiri
Aku tak mau hidupku kamu kebiri
Kamu itu hidup segan tapi tak mau mati

08 Maret, 2013

Bagaimana bisa ku tuangkan?


Padahal masih ingin ku tulis aneka hati
Dan padahal kemarin hatiku banyak bercerita
Tapi kenapa hari ini tiada lagi kata bisa merasuki

Ku tunggu dan masih ku tunggu
Tapi kenapa lamanya terlalu begitu
Masih pantaskah aku disini menunggu
Rasanya malu terlalu lama menunggu
Merasakah kamu yang aku tunggu?
Jelmaan rupamu mewujudlah
Keindahan bayangmu  gambarlah
Bila tak indah maka risaukanlah
Dalam ruang hatiku yang kosong
Dalam sel-sel otakku yang melompong
Apa ini yang disebut miskin imajinasi
Buah pikiranku selalu terasa basi
Lalu harus bagaimana lagi
Untuk bisa ku tuangkan…
Rasa nikmat seduh secangkir  puisi
Bila seribu bayangan yang kemarin menjejal kini mulai tersingkir
Bagaimana bisa kutuangkan..?