Hallo...

menghargai hak cipta sebagai usaha orang lain dalam berkarya berarti menghormati diri sendiri sebagai insan yang bijaksana

28 April, 2013

Harapan Yang Terlambat

 Harapan Yang Terlambat http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/04/18/harapan-yang-terlambat-547723.html lewat @kompasiana
Sibuk berjalan diwaktu yang telah lalu
Lelah, energi dan waktu terbuang percuma 
Menengok sejarah masa dahulu
Terendap rasa suka...
Penuh harap pada Tuhan tuk ciptakan keajaiban
Lantas ...
Sesal itu memang datang belakangan,
Tak pernah hadir diawal.
Sebagai manusia terkadang khilaf
Mengartikan bentuk perhatian dari orang terdekatnya.
Kesempatan itu seolah lenyap dimakan waktu 
Perasaan ingin mengulang momen kecil saat itu 
bercanda riang banyak tawa.
Andai Tuhan beri jalan terbentang
Untuk jalani hari bersama kembali....
Harapan itu terlambat sudah...

Seakan alam tak tak sanggup menggantikan
Kenangan itupun tak mudah begitu saja terkubur
Hanya lamunan temani harapan
Menghitung mundur dengan sujud  tersungkur

25 April, 2013

Kehadiran Ilham Adalah Dambaan


Ku tunggu dia datang seperti kemarin
Bercerita dan bertadabur nyanyian alam
Menemani  menyelami hati diruang terdalam
Sadarku ,daya khayalku  dikerjain
-
Mempuisikan  kata hati…
Jadi obsesi tersendiri
Menyisiri apa yang dirasa
Menguak makna pada detak jantung yang berirama
--
Darah mengalir terasa di setiap sudut raga
Berusaha menyingkap pesona tentang dia
Mengirim sinyal-sinyal aura
Segala hal dan rupa terbayang  menggoda
---
Kharismanya datang menjelma bersama cahaya
Bercengkrama lembut tentang kehidupan dunia
Ku tunggu  kemunculannya dengan seksama
Ilham itulah dia….
----
Kehadirannya  ibarat pelita
Menerbitkan sebuah upaya
Dia  datang ketika Iman datang pula
Mungkin sulit dipercaya…
-----
Manakala kedua tangan ini sanggup menggoreskan
Berupa tulisan pena terpatri diatas selembaran
Bila boleh jadi kesaksian…
Dipajang jadi potret sejarah kehidupan
------
Izinkan dia  mengalir seperti air telaga yang menyegarkan
Untaian yang terjalin syarat tentang kenangan
Siapa yang mampu mengelakkan?
Kehadiran Ilham adalah dambaan
-------





23 April, 2013

Tak Berhenti Memanggil Lelap

Hening malam terdengar bening
Memanggil gigil dalam cumbu angin malam
Sekejap angankan hadir kecupan dikening
Sendiri segera tepis bisikan godaan angin malam
***
Lelah mendera menabuh kantuk
Malam terjaga dihening malam
Beban jiwa teramat suntuk
Sudikah lelap bawaku tenggelam
***
Menatap langit ruang kamar
Sinar cahaya terangi samar-samar
Menyisir sendiri menghitung detik
Waktu berjalan tak jua temui sang titik
***
Ku mohon biarkan segera terlelap
Doa tidur berulang terpanjat
Ku hitung detik makin penat
Apa gerangan buat pikiran ini terjerat
***
Tak henti memanggil lelap
Mata terpejam terjaga dalam gelap
Sayang tak pandai main sulap
Ugh… penat jadi terasa pooll genap

19 April, 2013

Hadir Satu Puisi

Hadir Satu Puisi http://kom.ps/AEV6ZI lewat @kompasiana
Berulang kali tereja kata dari pesan kepala
Berulang kali terbaca
Tertatih memaknai
Ragu mengapdosi
Tak ayal niat hati mendahului
Demi menghiasi selembar putih tak wangi
***
Berulangkali beberapa bait terhapus
Malam larut buat semangathampir  pupus
Mengupayakan hadir sebuah puisi
Sebait dua bait terangkai tanpa pasti
***
Beberapa bait puisi terilhami
Tapi imajiner demikian pelit
Usaha dirintis terbelilit
Tak menyerah meski sulit acapkali
***
Nyaris Tak terbesit
Daya tangkap otak tak gesit
Kata-kata terkumpuli
Akhirnya selembaran warna putih terhiasi
***
Biarlah hadir satu puisi
Sebagai saksi hidup dihari ini

18 April, 2013

Didunia Tiada Keabadian Kecuali Perubahan

Semenjak sadar waktu berjalan…
Sampai disini dipersimpangan
Harus ada sebuah keputusan
Waktu tak banyak dipenantian
———-
Bermacam-macam pembelajaran
Negatif -positif menjadi penilaian
Berbagai hal dialami dari kejadian
Menguji pribadi dalam konteks kedewasaan
———
Waktu merangkak menempuh rintangan
Bermacam-macam ditemui hambatan
Dulu masa kecil sibuk dalam tangisan
Menjelma sosok manusia penuh dambaan
——–
Hidup penuh akan harapan
Tiada harapan tentulah keputusasaan
Beruntung kita mengenal Tuhan
Dengan-Nya kita punya tempat sandaran
——
Sampai disini dipersimpangan
Kemana selanjutnya harap persetujuan
Mengingat penting arti kemaslahatan
Kita hidup tiada sendirian
——-
Teman hidup bersama dalam pencarian
Apapun apa yang dibutuhkan
Negatif positif jadi penilaian
Terkadang khilaf karena gurauan
——
Dalam detik ini dibuat keputusan
Menuruskan jejak petualangan
Hingga akhir kehidupan
Membuka lembaran baru itu perubahan
——
Di dunia tiada keabadian
Kecuali perubahan
Tak semestinya ada ketakutan
Selama bersama ridho Tuhan

Bila Mimpi Dan Harapan Menyatu

Ada bayang sejenak bertandang
Menyapa resah tanpa mampu harapan membalas
Tubuh tak bergerak tampak memelas
Apa sebab api semangat tak jua datang…
***
Maka bangunlah jiwa merdeka
Apa gerangan buat enggan bertahta
Dalam sanubarimu yang percaya
Kepada Nasib selagi ada nyawa
***
Bilur-bilur senyawa berjejal rupa-rupa
Menyongsong simbol-simbol janji sekata
Kemana dan dimana,,,,
Biar mengalir seiring jalan yang terbuka
***
Langkah kaki berderap laksana guna
Jalani ketentuan Tuhan Yang Maha Bijaksana
Telah tertoreh tanpa hamba meminta
Hukum alam mengalunkan tembang norma cinta
***
Manakala masa berjalan tanpa praduga
Hidup didunia bermahligai coba
Sanggup merongrong jiwa tanpa percaya
Bilakah Iman dan taqwa tiada didalam dada
***
Rasa indah menjunjung angan di jiwa
Rindu menyerang siapa tak meronta
Kepada jiwa damai lagi penuh cinta
Rasa hangat membara pasti ada
***
Mimpi menjelma godaan semata
Hati mana tak menaruh harap tentu
Bilakah mimpi dan harapan menyatu
Seorang hamba kepada Tuhan seharusnya berdoa

Kasihilah Ibu Pertiwi


Terlukis indah alam negeriku
Damai nan sejuk permai tanah airku
Berjuta mata memandang tiada jemu
Kecantikan bagai emas permata duniaku
………………………………………………………
***
Sinar mentari bersinar terangi tiap penjuru pelosok
Hijau tumbuh bersemi dan terus bersemi
Wajah berseri teruslah berseri
Seiring semangat hari ini juga esok
Cintai teruslah cintai
Dari Sabang hingga ke Merauke
Jagai teruslah jagai
Hingga ajal mendatangi
Diatas bumi Indonesia kita berpijak
Hidup-hidupkanlah
Berbaur serta ramah-tamahlah
Jangan merusak
***
Memandang lukisan alam negeriku
Indah bagai emas permata duniaku
…………………………………………….
***
Sekedar lukisan
Sekedar harapan
Membumbung diatas mega mendung
Segala angan indah tak terbendung
Ada rasa rindu yang tak tertahan
Karena alam negeri ini sudah mulai rusak
Ruang nafas hijau sungguh kian sesak
Lahan hijau terdesak
Di negeri kita berpijak
Alam ini berhak untuk marah
Keseimbangan ekosistemnya dijarah hingga berdarah
Alam pantas emosi
Bahasa alam mana yang mampu dustai?
Alam negeri berulangkali dipecundangi
Oleh mereka yang mementingkan urusan perut sendiri
Kapan mereka bisa menyadari?
Harta dunia menutup mata hati
Ibu Pertiwi kini bersusah hati
***
Kasihilah Ibu Pertiwi
Senyumnya tak lagi berseri
Kecantikan Ibu digerogoti
Anak-anaknya tak mampu diamanahi
***
Doa Ibu Pertiwi mengangkasa dilangit biru
Tertutur ke hadirat Yang Maha Kuasa
”Hadiahkanlah anak yang berbakti pada nusa bangsa,
Tuk menjaga alam negeri tanpa keliru”
***
Ibu Pertiwi harap cemas menunggu
Kehadiran anak Yang Dikehendaki
Kasihilah Ibu Pertiwi

17 April, 2013

Malam Semakin Gelap Dan Sunyi

Malam semakin gelap nan sunyi
Keheningan menyeruak jangkrikpun bernyanyi
Meninabobokan jiwa-jiwa lelah di siang hari
Rasa kantuk kian pekat tak tersudahi
***
Doa-doa penjagaan malam dipanjatkan
Berharap mimpi indah dihaturkan
Mohon diberikan nyenyak dalam tidur
Kepada Tuhan yang tak pernah tidur
***
Malam semakin gelap nan sunyi
Semoga besok datang bersama hangat mentari
Beserta nikmat rezeki yang senantiasa disyukuri
Di jalan Tuhan yang diberkahi
Amien….

Sahabat Bagimu

Tak aku pungkiri aku bahagia bisa mengenalmu
Dimataku kau adalah teman baik
Kita sempat menjalin kisah dalam memoriku
Mesti banyak teman perempuanmu aku bukan tercantik
***
Masa singkat tak habis memori dilewatkan
Ku yakin kau mengerti
Keberadaanku di medan perjuangan
Aku kalah, mimpiku cuma mimpi
***
Ultimatummu bahwa aku adalah sahabat bagimu
Ku terima keputusanmu
Lalu terpaksa ku menjauhimu
Banyak alasan tak bisa ku dekatimu
***
Jangan kau tanyakan lagi…
Perasaanku yang ada dulu
Karena dihatiku kini terikat janji
Terakhir waktu itu ku memberitahumu
***
Hingga kini ku tak tahu siapa perempuanmu
Karena itu rahasiamu
Jalanmu masih panjang untuk kau tempuh
Seolah anganmu menjadi manusia ampuh
***
Ada jejak langkahmu tersusuri
Terendus dalam melodi tangga nada sendu
Semoga kenangan kita mewangi
Senantiasa ikhlas ketika merindu

16 April, 2013

Takkan Letih Raga Ini

Denyut jantung berdetak tak berhenti
Dalam hari sunyi yang akrab menemani
Detaknya bercengkrama memacu semangat
Ketika jenuh melanda kian penat
***
Berjalan merentang kedua tangan
Sekuat pundak usia memandu
Jari-jemari penuh konsentrasi berpadupadan
Antara akal-pikiran berupaya tuk meramu
Jalinan kata yang biasa biar tak biasa
Kalimat yang mati rasa biar banyak merasa
Meski aku manusia biasa
Tiada mampu dianggap sempurna
***
Kemana akan ku temui ruh kata penuh makna?
Biar ku jelajahi pelosok negeri
Berwisata menyimak persembahan para bestari
Pasti nanti ku dapati jalinan peristiwa
Akan ku telusuri
Akan ku sisiri
Doaku pun takkan berhenti begitu saja
Takkan letih raga ini berlalu hingga diujung jauh sana

Introvert

Duduk berdua depan teras rumah
Dihias sekuntum mawar merah nan ranum
tersungging senyum ramah
Ada jeda sesuatu terkulum
***
Terbawa suasana untuk terdiam
Mencari hangat antara sisi rasa
Lagi lagi terdiam
Terdesak rasa ku curi asa
***
Sepi tanpa cerita terbagi
Tenang tanpa masalah tertutur
Damai hari itu jauh dari ramai
Waktu berlalu cepat secara teratur
***
Satu hal biasa dan wajar
Seperti dingin sang fajar
Seperti bebas tanpa beban
Tak ada kehebohan terungkapkan

15 April, 2013

Satelit Mimpi

Terbangun dari mimpi tengah malam
Hadir bayangmu dalam wajah kelam
Tak terhapus tak mampu buram
Kau tahu hati ini telah jatuh terjeram
Aku demikian geram…
Aku melanturkan angan dipikiran terdalam
***
Berandai merakit satelit mimpi
Terbayang mimpi diatas mimpi
Kan ku hidupkan layar terkembang mimpi
Bebaslah aku memilih mimpi
Dalam mimpi yang terlalu mimpi
***
Terhapuslah seraut wajah yang membuat tolol
Pastilah puas karena wajahmu tak bisa nongol
Terbangunlah aku tanpa rasa dongkol

14 April, 2013

Dialah Pesawatku

Menembus awan dari angan yang pernah tak terbayang
Sayapnya membawa awak tinggi menjulang
Mata telanjang tak mudah menerawang
Dia seperti burung-burung bebas menjauhi bumi
Sayang….
Akalku tak banyak memahami
Teori fisika,Kimia,atau biologi
Menyulap besi menjadi teknologi dikagumi
***
Dialah pesawatku
Terbanglah
Kemana temui batas cakrawala
Menukiklah
Kemana bermain gegap gempita
Kembalilah
Kemana tempat orang merindu
Selamatlah
Dimana tiada tangis dan pilu
***
Menembus batas wujudkan mimpi  pasti
Semangat diri mencetak prestasi
Di langit lapis tingkat tinggi
Tapi awas jangan sampai tinggi hati

13 April, 2013

Azam Terhalusinasi Merubahku Jadi Ungu

Telah ku lewati hari meski tanpamu
Ku beradu harapan semu
Ku langkahkan kaki berpacu antara ragu
Nan waktu mencumbuiku
***
Ku Tanya langit biru yang bisu
Adakah yang salah denganku?
***
Penasaran pada satu jalan disitu
Berupa tanjakan tajam dan berliku-liku
Tersudut ,mau tak mau harus maju
Azam terhalusinasi merubahku jadi ungu
***
Masih di jalan ini tanpamu
Angin sepoi semiliri pipiku
Bercermin aku tanpamu
Pagi kirimi aku setetes embun diluar prasangkaku.

12 April, 2013

Terangkum Dalam Senandung Kreasi

Dia berkeliaran di semak-semak  belukar
Otak  terpancing heran
Kulit dahi secepat detik berkerutan
Ribut Memecah sukar
***
Diaduk-aduknya sebongkah hati berserakan
Dia terombang-ambing
Menjerit dengan bibir  sumbing
Pencarian menjemukan
***
Ketakmampuan biaskan percaya diri
Sebab lelahkan jiwa kecil tak bertuan
Berharap datang sebuah keajaiban
Jadi tangan panjang ilusi
***
Cukup sudah abaikan
Ketaktahuan rajai kalbu
Putih berubah jadi abu-abu
Aroma belenggu terciumkan
***
Tangan berjalan lanjutkan
Tanpa toleh ke belakang
Imajinasi terkekang
Oleh belenggu kebodohan
***
Terkuak imajinasi basi
Hantu ide terangkat sensasi
Tanpa daya ekspresi
Terangkum dalam senandung kreasi

11 April, 2013

Sihir Apa

Langkah kaki terhentak bawa pesona
Sihir apa yang guna-guna
Serupa kharisma sang permata dunia
Mata hati siapa bakal terpana
Melihat berbicara bak buana
Mata-mata terbuai kata
Siap sedia ikuti laksana
Terasa dramatis
Aroma kata terasa manis
Awas Jangan coba ditelan
Lidah bersilat memang bualan
Hati-hati harus kuat iman
Agar tak tergilas sebagai korban

Dari Pandangan Mata

Sepasang bola mata didesain tuk melihat
Sorot mata tajam menggoda
Hati mana takkan terpikat
Mata adalah cermin jiwa
***
Sekian insan jatuh hati dari pandangan mata
Lalu turun kedalam hati
Mengirimkan sejuta pesona
Memberi sejuk alam sanubari
***
Cinta hadir tak terbayangkan
Makan apa terasa tak terenakkan
Mata terpejam tak jua terlelapkan
Kenangan indah mengirim kesan
Segala angan kian melantur
Jiwa terbang tinggi tak terukur
Aih… aih… kadang hati bergidik ngeri
Karena suka senyam –senyum sendiri
***
Dari mata turun ke hati
Tanpa kata, perasaan berkecamuk memahami
Bahasa mata, keteduhan hati memberi arti
Lirikan mata sanggup mencuri hati
Awas jangan sampai hilang kendali

10 April, 2013

Bukan Pujangga

Masih ku kais kata-kata
Lalu ku sulam rangkaian kata
Meski predikatku bukan pujangga
Izinkan aku berpuitis ria
Tolong jangan marah andai jeleknya tak terkata
Banyak teori telah ku coba
Agar kalimatku indah dan bermakna
Maafkanlah ku hanya insan biasa
Dihatiku selalu menggenggam cita dan asa
Berharap penaku tergores dilangit atas sana
Berpura-pura menjadi pujangga
Rasanya aneh tapi nyata
Daripada waktu kosong terbuang percuma
Biar ku isi sela
Khayalku menjelma indah pada waktunya

09 April, 2013

Terdiam

Terbawa suasana memilihku terdiam
Melihat wajahmu yang muram
Tanyaku kau jawab diam
Ekspresimu muram
Padahal langit tiada kelam
Angin apa membuat  mukamu terbaca buram
Bila kau tak cerita bagaimana ku paham
Sorot matamu tajam
Hanya menatap lukisan malam
Seperti ada luka membiru dihatimu terdalam
Menangislah
Keluarkanlah
Segala onak duri yang kau pendam
Percayalah
Ceritalah
Beban luka yang membiru nan lebam
Berkuranglah
Terobatilah
Ku disini temanimu agar kau tak terlalu lama terdiam

Kakanda Disana

Setahun tak bersua
Rindu jadi tiada dua
Andai bisa ku sapa
Melihat senyum kakanda
Jauh sudah engkau disana
Semoga kakanda tak pernah mendua
Rasa rindu masih juga terasa
Lewat telephon tadi kita berbicara
Membahas masalah kita
Rindu dan kapan akan berjumpa
Antara kita ada rencana
Tersematkan janji kita berdua
Ku harap bukan bohong belaka
Dan kesetiaan selalu ada
Agar tiada perih luka hati menganga

07 April, 2013

Irama Hati

Irama Hati http://kom.ps/AEHNdJ lewat @kompasiana
Kedua tangan bergerak ikuti irama hati
Jelas tak ada musik mengiringi
Setelan lagu-lagu sengaja tak dinyalai
Rasa  sepi dibikin Happy
Nan suasana hati sendu menuntuni
Jari –jemari berloncatan kesana-kemari
Memencet nut-nuts huruf nan menari-nari
Sejenak lupakan onak yang berduri
Semua kata hati di tuangkan disini
Terserah mau dibilang basa-basi
Daripada nasib sial ditangisi
Mendingan nulis puisi disini
Kalau lucu silakan ketawa-ketiwi

04 April, 2013

Diselimuti Awan

Siang hari ini tak seperti kemarin
Sinarnya terang benderang soroti semangat membara
Siang hari ini mendung merangkak buat merana
Kemana kan ku kais semangat tak sementara
***
Duhai asa rasukilah aku yang tiba-tiba merindu
Api semangat hilang rasanya pilu
***
Langit gelap di selimuti awan kehitaman
Berarak-berarak hingga bertabrakan membuncah teriakan
Suaranya penuhi seantero bumiku
Ku tak kuasa membendung kejutku
Mana bisa ku lawan
Jantung ini dag-dig-dug tak karuan
Menggelegar
Mencetar
Geger-gegeran
Derai air tercurah
Ku harap langit tak marah
Ku harap emosi langit segera mereda
Ku tak ingin siangku lama membisu

01 April, 2013

Bila Inspirasi Pergi

Ku lihat inspirasi datang menyapa
Sulit terbaca sebab bodoh tanpa guna
Samar dirasa menggoda jiwa
Betapa ingin tuk menggenggam segera
***
Inspirasi ku harap jangan terburu pergi
Buatlah aku merengkuh lebih dalam lagi
Sempatkanlah jemariku menari lebih lama lagi
Biar terangkai taburan puisi
***
Telah banyak ku singgahi taman puisi
Bunga inspirasi bermekaran membuat jatuh hati
Terbayang sejuta rasa bak kasmaran dua sejoli
Inikah derita jiwa bila hati tercuri
***
Hati kini mencoba instropeksi diri
Tak perlu harus memaksa diri
Biar-biarlah inspirasi pergi
Sesuatu ada bila terpaksa takkan baik nanti