Hallo...

menghargai hak cipta sebagai usaha orang lain dalam berkarya berarti menghormati diri sendiri sebagai insan yang bijaksana

29 Mei, 2013

Hei Tuan yang Merasa Paling Benar

Hei Tuan, boleh saja kau berkilah
Dengan segala argumen yang coba kau menangkan
Pendapatmu yang itu-itulah
Tentang teorimu yang ku ragukan
___
Sampai saat ini ku simak
Kenapa dimataku tuan terlihat tamak
Apa karena aturan Tuhan yang kau sanggah?
Seberapa jujurmu hingga terlihat kau pongah
___
Aku tak suka berdebat
Berlomba mana terlihat paling hebat
Memperlihatkan betapa perlente dipanggung maya
Dengan kosakata sok gaya
___
Takkan ku usik siapa namamu
Lantas akankah ada seorang yang akan memboikotmu?
Biar tak ada yang sudi mampir ke lapakmu?
Inilah untaian kata terangkai di gelapku
___
Karena cahaya enggan bersinar
Hingga mataku terasa nanar
Berkelana mencari yang benar
Duh… jangan lihat siapa yang komentar
Tapi lihat apa kata yang terlontar
___
Kepala ini akhirnya hanya bisa berputar-putar
Merasa gusar takut kesasar…
Bukankah semua orang siapapun bisa berkoar-koar?
Tak terkecuali aku tak ketinggalan berujar
___
Waktu berjalan merambat mendekat
Di sisa akhir waktu perjalanan dunia yang hampir tercekat
___
Sesuatu yang haq yang tak teroganisir
Akan kalah….?
Dengan yang bathil yang teroganisir
Begitu pesan sang Khalifah Ali bin Abu Thalib
___
Masih disini ku mengeja
Tertatih-tatih meraba
Di langit gelap yang meraja
Karena cahaya tak sanggup membaca
Hingga akhirnya ku memilih acuhkan saja…
.
“Taman Sari,  26 Mei  2013″

Tidak ada komentar: